INDONESIAku…

imagesIBNU TAIMIYAH DAN ORANG DARI DENMARK YANG “JAUH PANGGANG DARI API”

Sewaktu kepulanganku keindonesia, aku bertemu dengan seorang bapak-bapak di Turki, orang indonesia juga, katanya dia baru saja dari Denmark, ada acara disana,
“ utusan pemerintah, dari dinas pertanian”,begitu katanya.
Nampak benar muka orang penuh bangga dari raut wajahnya itu.
“ engakau habis dari mana ? “, dia pula yang balik bertanya padaku.
“ dari Yaman pak ”, kataku.
“ sudah berapa lama di Jerman? ”, katanya bertanya lagi.
Rupanya dia salah dengar kawan, dikiranya aku dari Jerman.
“ Saya dari Yaman pak,” kataku mengulangi.
“ 0oooo…………..??!!?? ”, dia melongos padaku.
Panjang benar “o”nya kawan, wajah kagum Jermannya tadi lansung berubah 360 derajat. Sesudah itu pandangannya tak sedap lagi padaku, entah apa salahku padanya, lalu dia patut-patut aku dalam-dalam, melihat muka lusuh tampang kereku itu, bertambah masam mukanya, ditambah lagi temanku yang duduk disebelah, stylenya seperti garin Surau, tapi kawanku itu pede!, dia diutus oleh ayahnya, pakai uang ayahnya, kawanku itu bukan utusan pemerintah, kemuadian mulailah bapak itu mengupat-upat negeri Yaman, dia sebut segala keburukan yang ia baca dari koran petang pagi, atau yang ia tonton dari TV dirumahnya selepas makan, di semprotkan semuanya padaku.
Aku hanya menerima saja kawan, meskipun hatiku pecah berkeping-keping, tak pandai aku menjawabnya, toh kalau diladeni tak ada untungnya bagiku, tapi meskipun begitu, aku benar-benar takmau jika posisiku bertukar dengannya, karena apa yang aku punya menurutku jauh lebih berharga dari merk “ utusan pemerintah dari dinas pertanian “.
Dia tak tahu, kalau Yaman di puji oleh Nabi dalam banyak hadis, bahkan di akhir zaman akan muncul tentara Allah dari tiga tempat, dari syiria, dari ‘Iraq dan satunya lagi dari Yaman. Tak sekalipun disebut Jerman atau Denmark kawan. Tapi dia tidak tahu, orang-orang yang semacam dengan dia itu terjebak dalam sebuah lubang yang bernama dunia persepsi, karena otaknya dipenuhi oleh koran bekas.
Bagaimana tidak kawan, berita dari koran ia anggap lebih akurat ketimbang berita dari Nabinya sendiri, padahal KTPnya muslim, walaupun ada wacana sebagian orang-orang sakit untuk menghapus kolom agama darisana.
Orang-orang yang semacam dengan dia itu kawan, melebeliku sebagai anak muda sudah terbalik kaji, terkena pencucian otak, cikal bakal terorisme, penganut paham ektrim, radikalisme, idealis, harus dijauhi benar-benar dan apalah semacamnya, cuma karena aku bilang berita dari hadist nabi lebih akurat dari koran dan TV, dan aku semakin yakin dengan prinsip sederhana itu, karena telah kubuktikan, bahkan jika belum terbukti sekalipun aku tetap yakin, asalkan semua itu benar-benar datang dari Nabi. Karena aku adalah seorang muslim, bagaimana denganmu kawan?
Kawan, ini jika engkau punya perasaan seorang muslim, kira-kira apa yang engakau rasakan tatkala menginjak tanah yang didoakan keberkahan oleh nabi, dan bertemu dengan bangsa yang dipuji oleh nabi, lalu bersahabat dan tinggal bersama mereka. Aku sudah rasakan perasaan itu, tak bisa dibayar dengan apa-apa.
Kata koran disana negeri miskin, tapi yang kudapatkan lain, makanan disana berlimpah ruah, sekalipun kami tak pernah kelaparan, bahkan roti-roti gandum itu bersisa, kami bagi-bagikan pada kambing, sekali sejumat kami makan daging, kalau dinegeri kaya fersi bapak dinas pertanian itu, kami hanya makan daging sekali setahun, itupun kalau kebagian jatah, kalau tidak ya melongo sajalah.
Kata koran, disana negeri kurang pendidikan, terbelakang, tapi yang kudapatkan berbeda, disana banyak anak-anak hafal Al-quran, dinegeri berpendidikan maju ini, sering kita berjumpa orang dengan pangkat tinggi, membaca Alfatihah saja tak pandai, aku bingung, kira-kira apa konsep sebuah pendidikan bagi mereka?.
Hah?, benarkan kataku kawan, mereka terjebak dalam dunia persepsi, dalam kepala anak bangsa ini, Galileo dan Isac newton jauh lebih indah ketimbang Al-auza’i dan Syaikhul islam ibnu taimiyah,
kawan tahu dimana salahnya? Koran bekas!!!.
Jangan salah paham kawan, bukan berarti aku hendak menyuruh orang-orang indonesia menjadi rahib, yang hanya menyembah tuhan dalam gua-gua dan pulau-pulau terpencil, itu” sangat jauh panggang dari api” kata orang padang.
Kalau kawan baca sejarah, Ibnu Taimiyah itu adalah seorang ilmuan matematika handal, dia bahkan banyak mengoreksi pendapat Aristoteles, tapi diatas semua itu dia juga seorang Ahli hadist, Fuqaha dan Ahli ibadah. Yang kuinginkan adalah jangan lupakan jati dirimu sebagai seorang muslim. Koran bekas itu banyak benar pengaruhnya dinegeri kita ini, sampai orang menutup mata, kalau islam juga punya ilmuan-ilmuan hebat.
Kata koran disana negara komflik, susah mencari kedamaian, tapi yang kudapatkan justru sebaliknya, disana kedamaian yang hakiki, engkau akan bertemu banyak orang shalih dan alim, duduklah dihalaqah mereka, mereka akan ajarkan kepadamu bagaimana mengenal Allah, bagaimana mencintai Allah, bagaimana mengarungi lautan kehidupan ini, engakau akan merasakan indahnya mengharapkan sebuah ampunan, mereka akan mengajarkanmu tentang surga dan neraka, mereka akan mengubahmu menjadi manusia.
Kawan, setidaknya disana tak ada koran bekas yang akan mengubah jati diri kita.
Padang laweh, 24 jumadil-ula 1436H(ABU MUSA/MAULANA)

https://d19tqk5t6qcjac.cloudfront.net/i/412.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s